Desa Adat Yang Wajib Anda Kunjungi Ketika Di Bali

Desa Adat Yang Wajib Anda Kunjungi Ketika Di Bali

Desa Adat Yang Wajib Anda Kunjungi Ketika Di Bali

Bali tidak hanya terkenal dengan Pantai, Bukit, Gunung atau juga dentuman musik di kawasan pariwisata, namun Bali juga terkenal dengan kekentalan budaya dan adatnya. Nah, ketika berwisata ke Bali, ada beberapa desa adat yang sebenarnya wajib anda kunjungi. Selain untuk berwisata, juga untuk menambah khasanah budaya Nusantara khususnya Bali.

Tiga desa adat di Bali yang banyak dikenal wisatawan yakni Desa Tenganan, Desa Trunyan, dan Desa Panglipuran. Desa-desa tersebut penduduknya merupakan kaum Bali Mula atau Bali Asli, terkadang para penduduk Bali menyebutnya Bali Aga.

Penasaran dengan desa – desa tersebut …? Mari kita bahas satu persatu dalam artikel blog kali ini yang kami kutip dari kompas.com

 

Desa Tenganan

Desa Tenganan berada di Kabupaten Karangasem. Letaknya sendiri kurang lebih sejauh 60 kilometer dari arah timur Denpasar. Ada keunikan tersendiri dari desa ini, yakni masyarakat begitu memegang teguh aturan adat dari leluhur yang biasa disebut dengan awig-awig. Seperti halnya tidak boleh ada poligami atau pun perceraian. Selain itu, ada pula aturan untuk mengatur sistem pemerintahan, hak tanah dan hak sumber daya alam, perkawinan, pendidikan, dan upacara adat. Meski demikian, masyarakat memiliki talenta luar biasa, salah satunya adalah mereka terbiasa menenun sendiri kain gringsing yang memang hanya diproduksi di desa ini. Tidak hanya berkunjung, Anda pun bisa sekedar berbincang dengan penduduk di sana mendengarkan cerita kearifan lokal di sana. Lalu selain itu juga, anda dapat melihat upacara adat yang biasanya diselenggarakan pada bulan Januari, Febuari, Juni, dan Desember. Namun, perlu diketahu, wisatawan tidak dapat bermalam di Desa Tenganan.

 

Desa Trunyan

Rasanya Desa Trunyan sudah terkenal hingga mancanegara karena keunikannya, yakni proses pemakamannya. Desa ini terletak di pinggir Danau Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Nah, tradisi unik yang dilakukan masyarakat setempat yaitu tidak menguburkan jenazah, tetapi hanya membaringkan jenazah di atas tanah juga di bawah pohon kemenyan yang biasa disebut Sema Wayah. Meski tulang belulang berserakan di sana, tetapi tidak tercium aroma atau bau busuk. Kepercayaan masyarakat di sana pohon kemenyan atau biasa disebut taru menyan, memiliki aroma sendiri. Sehingga diyakini bisa menetralisir bau busuk di sekitar makam. Di sekitar Kuburan Truyan terdapat Pura Dalem yang terletak di pinggir danau yang sering dikunjungi untuk melakukan persembahyangan. Pura ini juga menjadi salah satu obyek wisata ketika wisatawan berkunjung di Kuburan Trunyan karena lokasinya bersebelahan. Selain itu juga wisatawan bisa bersantai di sekitar pinggir Danau Batur atau bahkan mendaki Gunung Batur.

 

Desa Penglipuran

Desa yang berisi masyarakat Bali Mula ini berada di dataran tinggi di sekitar kaki Gunung Batur, tepatnya di Kelurahan Kubu, Kabupaten Bangli, yang berjarak 45 kilometer dari Denpasar.Suasana di desa tersebut amat tenang dan asri, selain itu juga udara yang sejuk karena berada di dataran tinggi. Berbeda dengan kedua desa sebelumnya, Desa Penglipuran punya keunikan tersendiri. Yakni rumah-rumah penduduk di sana nampak seragam di bagian depan rumah. Sehingga wisatawan pun dapat melihat keindahan desa ini sepanjang lorong desa begitu rapi juga cantik. Hal lain yang tak kalah uniknya adalah tidak memperbolehkan kendaraan mobil atau motor masuk ke dalam desa. Sehingga kendaraan pun harus diparkir di lahan parkir. Sementara untuk aturan adat, sama halnya seperti di Desa Tenganan, masyarakat di sana melarang laki-laki memiliki istri lebih dari satu.Tak perlu khawatir untuk datang ke sana, sebab masyarakat di sana pun begitu ramah. Bahkan bisa jadi mereka akan menawarkan wisatawan untuk mampir masuk ke dalam rumah.

 

Bagaimana sudah tertarik untuk segera booking tiket dan berlibur ke 3 desa adat di Bali yang kita bahas di atas ? Selamat berlibur ya, jangan lupa pesan oleh olehnya hanya di balimall.co.id saja ^^

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *