SIAPA SIH IBU KARTINI ?

SIAPA SIH IBU KARTINI ?

SIAPA SIH IBU KARTINI ?

Waktu masih kecil pernah ga sih kamu disuruh pakai baju adat ke sekolah untuk memperingati Hari Kartini ?

Tau ga sih kamu kenapa bisa ada hari peringatan untuk Ibu Kartini ?

Dan Siapa sih sebenarnya Ibu Kartini itu?

Duuuh… ini mimin apa kepala sekolah sih banyak nanya mulu.. hahahaha…

Mumpung, hari ini adalah peringatan Hari Kartini, mimin kepengen banget bagi wawasan ilmu pengetahuan buat kalian semua tentang hari kartini mulai dari siapa itu Ibu Kartini sampai kenapa ada Hari Peringatan nya.

Yuk, di baca sampai selesai biar kamu bisa tau dengan jelas seluk beluk nya jadi kalau ada yang bertanya sama kamu, kamu bisa dengan gampang menjelaskan nya.

Ibu Kartni punya nama lengkap Raden Ayu Kartini yang lahir di Jepara, Jawa Tengah, 21 April 1879. Beliau dari kalangan priyayi atau yang dikenal sekarang sebagai bangsawan. Ibu Kartini wafat di Rembang, Jawa Tengah, 17 September 1904. Jadi waktu beliau meninggal, umurnya masih 25 tahun.

Ibu Kartini dulu pernah sekolah di ELS (Europese Lagere School) sampai umur 12 tahun dan setelah itu Beliau diharuskan putus sekolah dan tinggal di rumah karena waktu jaman itu, seorang perempuan berumur 12 tahun sudah bisa di pingit (dinikahkan).

Ibu Kartini ini suka sekali dengan yang namanya belajar, walaupun Beliau tidak diperbolehkan sekolah namun karena Beliau bisa berbahasa Belanda, jadi di rumah Beliau mulai belajar sendiri dan menulis surat kepada teman-teman korespondensi yang berasal dari Belanda. Salah satu orang yang dikirimi surat oleh Ibu Kartini adalah Rosa Abendanon yang banyak mendukung Beliau.

Semakin Ibu Kartini membaca buku-buku, koran, dan majalah Eropa, Beliau menjadi tertarik pada kemajuan berpikir perempuan Eropa. Darisitulah timbul keinginannya untuk memajukan perempuan pribumi, karena ia melihat bahwa perempuan pribumi berada pada status sosial yang rendah.

Perhatiannya tidak hanya semata-mata soal emansipasi wanita, tapi juga masalah sosial umum. Kartini melihat perjuangan wanita agar memperoleh kebebasan, otonomi dan persamaan hukum sebagai bagian dari gerakan yang lebih luas.

Oleh orangtuanya, Kartini disuruh menikah dengan bupati Rembang, K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, yang sudah pernah memiliki tiga istri. Kartini menikah pada tanggal 12 November 1903. Suaminya mengerti keinginan Kartini dan Kartini diberi kebebasan dan didukung mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang, atau di sebuah bangunan yang kini digunakan sebagai Gedung Pramuka. Anak pertama dan sekaligus terakhirnya, RM Soesalit, lahir pada tanggal 13 September 1904. Beberapa hari kemudian, 17 September 1904, Kartini meninggal pada usia 25 tahun. Kartini dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, RembangPresiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964, yang menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan hari lahir Kartini, tanggal 21 April, untuk diperingati setiap tahun sebagai hari besar yang kemudian dikenal sebagai Hari Kartini.

Naaaah… Sekarang sudah tahu dengan jelas kan kenapa Ibu Kartini itu disebut sebagai Pahlawan, jadi kamu sudah bisa dengan PEDE (Percaya Diri) buat jelasin ke orang-orang terdekat kamu tentang seluk beluk adanya hari kartini.

Oia, ga lupa mimin ucapin “Selamat Hari Kartini” untuk seluruh wanita Indonesia dimanapun kalian berada. Terus perjuangkan harkat martabat kalian sebagai wanita Indonesia yang terhormat.

Sampai ketemu di tulisan mimin selanjutnya yaaa… Byeeee…. !!!! ^^

 

 

 

Sumber: Haxims.blogspot

 

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *